Pengertian Bimbingan dan Konseling
l. Bimbingan Konsep kata bimbingan berasal
dari kata "guidance". Guidance dalam memiliki pengertian yang sangat
luas, sehingga kata quidance dalam bimbingan pendidikan selalu didefenisikan
berdasarkan pada sudut pandang dari para ahli serta penerapannya.
Untuk lebih jelasnya pengertian kita
tentang bimbingan, maka berikut dikutip pendapat para ahli sebagai berikut :
Tercapainya tujuan dari bimbingan menurut
kerja sama yang baik antara staf dan sekolah, yaitu guru konselor, dokter,
pekerja sosial, psikologi dan kepala sekolah.Bimbingan sebagai "Process of
helping individuals to understand them selves and their word" (proses
pemberian bantuan kepada seseorang untuk mengerti masalah dan dunianya).
Sedangkan kurikulum 1975, pengertian
bimbingan sebagai berikut : Suatu proses bantuan yang diberikan kepada para
siswa dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan dan kenyataan-kenyataan
tentang adanya kesulitan yang dihadapinya dalam rangka perkembangan yang optimal,
sehingga mereka dapat memahami diri, mengarahkan dari, dan bertindak serta
bersikap sesuai dengan tuntutan dan keadaan sekolah, keluarga dan masyarakat.
(Yusuf Gunawan, Pengantar Bimbingan dan Konseling 1992: 40).
Dari defenisi diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa bimbingan memiliki beberapa kata-kata kunci dengan arti
sebagai berikut :
a.) Klien Individu yang normal yang
membutuhkan bantuan dalam proses perkembangannya.
b.) Konselor Individu yang ahli dan mau
memberikan bantuan klien, bisa juga dalam bentuk sebuah tim : guru konselor,
psikologi, dokter, perawat, dan kepala sekolah.
c.) Usaha Bantuan Kegiatan proses untuk
menambah, mendorong, merangsang, mendukung, menyentuh, menjelaskan, agar
individu dapat tumbuh dari kekuatannya sendiri.
d). Tujuan bimbingan Sebagai hasil proses
untuk menemukan diri dan dunianya sehingga individu dapat memilih, merencanakan
memutuskan, memecahkan masalah, menyesuaikan secara bijaksana, dan berkembang
sepenuhnya kemampuan dan kesanggupannya, serta dapat memimpin dirinya sendiri
sehingga individu dapat menikmati kebahagiaan batin yang sedalam-dalamnya dan
produktif bagi lingkungannya.
Jenis-Jenis Bimbingan Jenis jenis bimbingan
dapat dibagi atas tiga bagian, yakni :
1. Bimbingan pekerjaan
2.Bimbingan pendidikan
3. Bimbingan pribadi Adapun penjelasan dari
masing-masing jenis bimbingan tersebut adalah :
a.) Bimbingan pekerjaan Bimbingan pekerjaan
merupakan kegiatan bimbingan yang pertama, asal mula dari bimbingan pekerjaan
ini dirintis oleh Departemen Tenaga Kerja di negara ini untuk terjun di
tengah-tengah masyarakat.
Istilah bimbingan pekerjaan mulai digeser
oleh pemakaian istilah bimbingan jabatan, yang kemudian beralih kepada nama
bimbingan karier sejak dilangsungkannya konfrensi ARAVEG (Asian Regional
Association for Vocational and Education Guidance) di Jakarta 1983, yang
selanjutnya diadakan simposuim yang menghasilkan rumusan konsep bimbingan
jabatan sebagai berikut :
"Bimbingan jabatan adalah proses
bantuan terhadap seseorang sehingga orang tersebut mengerti dan menerima
gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerjanya, serta
mempertemukan keduanya, yang akhirnya dapat mempersiapkan diri dan memasuki
bidang tertentu dan membinanya dalam bidang pekerjaan tersebut"
b.) Bimbingan Pendidikan Defenisi
tentang bimbingan pendidikan telah diberikan oleh sebanyak ahli, diantaranya :
J.D. Hoofengarder (dalam pengantar Dasar Bimbingan dan Konseling) mengatakan :
Bimbingan pendidikan sebagai bagian integral dari program sekolah yang ditujukan untuk mengembangkan dan menggunakan kamampuan-kemampuan sehingga
mereka dapat memperoleh nilai maksimal dalam pendidikan formalnya. (Yusuf
Gunawan, Pengantar Bimbingan dan Konseling 1992 : 47).
Dari defenisi di atas, maka dapat ditarik
kesimpulan tentang bimbingan pendidikan, yaitu:
bantuan yang diberikan kepada anak dalam
bimbingan dapat berupa informasi pendidikan, cara belajar, pemilihan jurusan
lanjutan sekolah, mengatasi belajar, mengembangkan kemampuan dan kesanggupan secara
optimal dalam pendidikan atau membuat siswa dapat sukses belajar dan mampu
menyesuaikan dari terhadap semua tuntutan sekolah.
c.) Bimbingan Pribadi Bimbingan pribadi adalah
memberikan bantuan kepada siswa untuk mengembangkan hidup peribadinya seperti
motivasi, persepsi tentang diri, gaya hidup, perkembangan nilai-nilai
moral/agama dan sosial dalam diri, kemampuan mengerti dan menerima diri dan
orang lain, serta membantunya untuk memecahkan masalah-masalah pribadi yang
ditemuinya.
2. Pengertian Konseling Kata konseling berasal
dari bahasa Inggris, yaitu "counseling”, yang berarti "Penyuluhan". Namun, kata penyuluhan itu sendiri sedemikian luas
artinya, sehingga untuk lebih membuat agar spesifikasi lagi, maka berikut
disajikan defenisi tentang konseling itu sendiri
yaitu :
Konseling mencakup semua bentuk hubungan
antara dua orang, dimana seorangadalah klien dibantu untuk dirinya sendiri dan
lingkungannya. Back (dalam Bimbingan dan Konseling di sekolah lanjutan)
mengemukakan pendapatnya tentang konseling sebagai berikut :
a.) Konseling mengandung arti sebagai bantuan
kepada individu untuk menyesuaikan diri dalam situasi kritis
b.) Konseling adalah membantu individu untuk
menyatakan dirinya ke dalam suatu pemecahan masalah yang rumit untuk mempengaruhi
perubahan sebagian besar dari tingkah laku klien secara suka rela.
c. )Konseling diartikan sebagai proses
hubungan antara dua orang, dimana yang satunya dibantu dengan yang lainnya
untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah

8 komentar:
good
siippp...
Oke'' ...
topp......
apiekkk
good......
pruutttt
ciiiu..
Posting Komentar