Denyut Perpisahan
Nisa,pagi ini aku masih sempat menemuimu dirumah,Seperti
biasa kau selalu tersenyum saat aku muncul tiba-tiba di pintu kamarmu,dan
tentunya tidak pernah lupa menyambutku dengan lempasan bantal.Yah,seperti pagi
ini ! tapi sepertinya ada yang lain yang berusaha kamu sembunyikan
dariku.Matamu mengabaikan itu,Nis !senyummu tidak sehangat biasanya,tidak ada
gerutan yang selalu kau tumpahkan padaku.Aku tau senyum yang kau pamerkan
tersungging pelit di sudut bibirku.senyum termiskin yang pernah ku lihat
darimu.
“Kamu sedang ada masalah ?”Tanyaku pelan setelah agak lama
kau terdiam.
Ternyata kau belum sudi menjawabnya.Tapi jelas sekali gurat
yang belum bisaku maknai diwajahmu.sesaat kamu pandangi aku,namun tidak
lama,sebab tiba-tiba kamu hempaskan tubuhmu di tempat tidur.
Ada yang kamu sembunyikan,Nis,Aku yakin itu!
“Kamu diputusin lagi?cowok mana yang mutusin kamu?”
Kamu biasanya menanggapi pertanyaan konyolku dengan semburan yang
tidak kalah pedasnya.Tapi kali ini tidak !Bantal itu lebih senag kau peluk dari
pada kau lemparke aku.
Aku kecewa,Nis ! Makanya aku memilih keluar dari
kamarmu.Mungkin aku datang di waktu yang salah,mungkin kamu sedang tidak ingin
di ganggu.Tapi paling tidak aku tau masalahmu,atau mungkin aku bukan lagi orang
yang bisa kau percaya.
“Kamu berangkat kapan?”
Aku terhenti di bibir pintu,kupalingkan wajahku,dan temukan dalam matamu semua jawabannya.Berangkat kemana?batinku.aku memang mau
pergi tapi aku belum mengatakannya.
Aku belum mau berangkat ke loket boarding poss,meskipun papa
sudah memaksaku sejak tadi. SSudah setengah jam aku menunggumu .Mataku mulai
gelisah.memandang keluar kaca pembatas.Tapi tak kutemukan dirimu antara
kerumunan orang di luar ruangan.
“Ayo kita chek in,dulu!”
Papaku melangkah cepat menambah antrian didepan loket,Tidak
sabar lagi,sebab loket boarding untuk nomor penerbanganku tidak lama lagi
ditutup,Aku hanya tertunduk menganyun kaki keruang tunggu setelah tiket nomor
kursi ada di tanganku,aku masih berharap kemunculanmu di balik kaca-kaca pilar
besar itu. Paling tidak melambaikan tanganmu.Tak bisa kusesali lagi saat mataku
yang sejak tadi berkaca-kaca akhirnya menetes air matakan air mata butiran
pertama untukmu.
Aku tidak pernah berfikir akan seperti ini,bahkan di saat
keberangkatankupun aku tak bisa melihat wajahmu,mesti ini bukanlah yang
terakhir kalinya,insyaallah tapi aku ingin ! ingin menemuimu…..meskipun untuk
sekedar mengucapkan selamat tinggal……
Alhamdulillah……aku tiba,Nis.Beberapa jam yang lalu aku masih
disana,masih dekat denganmu,walaupun kita tidak sempat bertemu dan sekarang
jarak sudah membentangi kita,kini kita tidak berada di pulauyang sama lagi,tapi
aku masih ingat kamu.
Phonesell-ku bordering sekali,ada pesan singkat yang masuk
dari kamu,Nis ! dikirim satu jam yang lalu dan baru kuterima.Sebab terpaksa ku
matikan selama penerbangan,Aku tersenyum membacanya.
“Selamat jalan,indah!Temukan harapan dan jati dirimu disana.”

6 komentar:
wiihhh
Oke''..
good
sippp....
lumayann..........
bagus,,,,,
Posting Komentar