RSS

Minggu, 19 Oktober 2014

Karyaku

Denyut Perpisahan
Nisa,pagi ini aku masih sempat menemuimu dirumah,Seperti biasa kau selalu tersenyum saat aku muncul tiba-tiba di pintu kamarmu,dan tentunya tidak pernah lupa menyambutku dengan lempasan bantal.Yah,seperti pagi ini ! tapi sepertinya ada yang lain yang berusaha kamu sembunyikan dariku.Matamu mengabaikan itu,Nis !senyummu tidak sehangat biasanya,tidak ada gerutan yang selalu kau tumpahkan padaku.Aku tau senyum yang kau pamerkan tersungging pelit di sudut bibirku.senyum termiskin yang pernah ku lihat darimu.
“Kamu sedang ada masalah ?”Tanyaku pelan setelah agak lama kau terdiam.
Ternyata kau belum sudi menjawabnya.Tapi jelas sekali gurat yang belum bisaku maknai diwajahmu.sesaat kamu pandangi aku,namun tidak lama,sebab tiba-tiba kamu hempaskan tubuhmu di tempat tidur.
Ada yang kamu sembunyikan,Nis,Aku yakin itu!
“Kamu diputusin lagi?cowok mana yang mutusin kamu?”
Kamu biasanya menanggapi pertanyaan konyolku dengan semburan yang tidak kalah pedasnya.Tapi kali ini tidak !Bantal itu lebih senag kau peluk dari pada kau lemparke aku.
Aku kecewa,Nis ! Makanya aku memilih keluar dari kamarmu.Mungkin aku datang di waktu yang salah,mungkin kamu sedang tidak ingin di ganggu.Tapi paling tidak aku tau masalahmu,atau mungkin aku bukan lagi orang yang bisa kau percaya.
“Kamu berangkat kapan?”
Aku terhenti di bibir pintu,kupalingkan wajahku,dan temukan dalam matamu semua jawabannya.Berangkat kemana?batinku.aku memang mau pergi tapi aku belum mengatakannya.
Aku belum mau berangkat ke loket boarding poss,meskipun papa sudah memaksaku sejak tadi. SSudah setengah jam aku menunggumu .Mataku mulai gelisah.memandang keluar kaca pembatas.Tapi tak kutemukan dirimu antara kerumunan orang di luar ruangan.
“Ayo kita chek in,dulu!”
Papaku melangkah cepat menambah antrian didepan loket,Tidak sabar lagi,sebab loket boarding untuk nomor penerbanganku tidak lama lagi ditutup,Aku hanya tertunduk menganyun kaki keruang tunggu setelah tiket nomor kursi ada di tanganku,aku masih berharap kemunculanmu di balik kaca-kaca pilar besar itu. Paling tidak melambaikan tanganmu.Tak bisa kusesali lagi saat mataku yang sejak tadi berkaca-kaca akhirnya menetes air matakan air mata butiran pertama untukmu.
Aku tidak pernah berfikir akan seperti ini,bahkan di saat keberangkatankupun aku tak bisa melihat wajahmu,mesti ini bukanlah yang terakhir kalinya,insyaallah tapi aku ingin ! ingin menemuimu…..meskipun untuk sekedar mengucapkan selamat tinggal……
Alhamdulillah……aku tiba,Nis.Beberapa jam yang lalu aku masih disana,masih dekat denganmu,walaupun kita tidak sempat bertemu dan sekarang jarak sudah membentangi kita,kini kita tidak berada di pulauyang sama lagi,tapi aku masih ingat kamu.
Phonesell-ku bordering sekali,ada pesan singkat yang masuk dari kamu,Nis ! dikirim satu jam yang lalu dan baru kuterima.Sebab terpaksa ku matikan selama penerbangan,Aku tersenyum membacanya.

“Selamat jalan,indah!Temukan harapan dan jati dirimu disana.”

6 komentar:

welcome to my blogger (mieftah) mengatakan...

wiihhh

Unknown mengatakan...

Oke''..

emaeva78blogspor.com mengatakan...

good

Unknown mengatakan...

sippp....

Unknown mengatakan...

lumayann..........

Unknown mengatakan...

bagus,,,,,

Posting Komentar

 
Copyright Amah MAFA 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .